Tentang Prestasi Persib Musim Ini, "Lumpuhkanlah Ingatanku"

Tentang Prestasi Persib Musim Ini, "Lumpuhkanlah Ingatanku" Sutanto

PRESTASI Persib Bandung yang terjun bebas di Liga 1 2017, menjadi pengalaman pahit bagi para pemain, bobotoh dan manajemen. Kenangan buruk yang enggan diingat. Seperti judul lagu Geisha "Lumpuhkan Ingatanku".

Pesta flare dan tumpah ruahnya bobotoh ke tengah lapangan usai Persib dipermalukan Perseru 0-2, menjadi ending memilukan. Tangisan di tengah guyuran hujan menjadi sangat dramatis bagi siapapun yang menyaksikan.

Belum lagi nyanyian bersama "Sampai Jumpa" yang membuat suasana makin pilu. Tak ada seorangpun pemain yang berdiri dengan kepala tegak. Mereka menunduk sedih dan malu.

Betapa tidak, mendarat di posisi 13 ‎bukan posisi pantas bagi Persib. Apalagi sejak awal musim digadang-gadang sebagai tim favorit juara. Kehadiran dua bintang dunia Michael Essien dan Carlton Cole menjadi garansi membawa Persib tampil moncer.

Tapi sayang, nama besar saja tak cukup membawa Persib tampil konsisten. Cole tidak tampil sesuai harapan. Persib tak punya penyerang maut dan membuat lajunya tersendat di pertengahan putaran pertama. Puncaknya saat kalah dari Bhayangkara 0-2, di Bekasi. Bobotoh gerah dan drama penuh liku musim ini pun dimulai. 

Selain masuk ke lapangan, dan ruang ganti sambil menangis, di Bandung poster bernada kekecewaan bertebaran. Pelatih Djadjang Nurdjaman pun memilih mengundurkan diri.

Saat itu keputusannya ditolak manajemen. Tapi keinginannya mundur tak bisa ditahan usai kalah dari Mitra Kukar. Kursi kepelatihan diambil alih oleh Herry Setyawan.

Di putaran kedua, karena terganjal lisensi, Persib mengangkat Emral Abus sebagai pelatih kepala. Tepatnya seperti boneka demi memenuhi regulasi.

Emral bertugas seperti juru bicara Persib di sesi jumpa pers. Sayangnya selama Emral memberi keterangan pers, Persib hanya sekali menang lawan Sriwijaya. Sisanya seri dan kalah. Pernyataan emral kepada wartawan pun sepertinya sudah bisa ditebak.

"Kami kecewa, kami minta maaf kepada bobotoh." Bahkan saat kalah 0-2 dari Perseru, pernyataan menggelikan sebab kekalahan karena faktor cuaca buruk. Ironis, padahal Perseru juga tampil di tengah cuaca sama.

Di putaran dua, bobotoh juga berharap pada rekrutan striker asal timnas Chad, Ezechiel NDouassel. ‎Moncer di awal, tapi semakin lama justru makin biasa. Sulit melihat pemain Persib yang tampil konsisten di sepanjang musim ini. Bayangkan dari 118 shot on goal,‎ Persib hanya bisa mencetak 39gol. Kontribusi gol terbanyak diberikan Raphael Maitimo dengan 9 gol,Billy Keraf 5 gol dan Ezechiel cetak 4 gol.

Selama putaran dua, antusias bobotoh saksikan laga kandang berkurang. Di beberapa laga kandang, stadion lenggang. Meski kecewa dengan timnya,namun kecintaan bobotoh tetap besar. Stadion Si Jalak Harupat kembali penuh dan bahkan jebol, di laga pamungkas, Minggu (12/11/2017).

Bobotoh pun pernah memberikan ultimatum kepada Persib dalam demo di Graha Persib. Tapi tetap saja tak melecut semangat. Permainan Persib masih saja tidak greget.

Di luar prestasi yakni urusan sanksi Persib rupanya paling banyak diganjar hukuman. Lebih dari Rp 1milliar dirogoh‎ Persib demi bayar denda. Belum lagi sanksi kepada manajer 6 bulan menepi dalam kegiatan sepak bola serta hukuman 5 laga kepada Vladimir Vujovic.

Drama lainnya ‎dan terjadi di pekan ini, saat publik antusias menyambut hadirnya pelatih Rahmad Darmawan‎. Tapi negosiasi alami kebuntuan dan RD batal merapat. Padahal faktor pelatih menjadi salah satu indikator bagaimana membentuk tim hebat.

Sekarang, musim telah berakhir. Persib bersiap menyongsong hari lebih indah di musim depan. Kiranya bisa mengambil pelajaran dari perjalanan sekarang.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Komentar