Wow, Persib Juara Habiskan Dana versi Majalah Forbes

Wow, Persib Juara Habiskan Dana versi Majalah Forbes

BERBICARA prestasi di Liga 1 2017, Persib Bandung hanya mampu finish di peringkat 13. Tapi untuk urusan pengeluaran dana dalam satu musim, majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat, Forbes merilis Persib menempati peringkat satu.

Seperti dikutip di laman bolalob.com setidaknya ada 5 klub Indonesia terboros 2017. dan Persib juaranya dengan total pengeluaran mencapai lebih dari Rp 2 triliun.

Dana tersebut digelontorkan dengan pengeluaran terbesar yakni belanja pemain.

1. Persib Bandung
Di musim ini, Persib mendatangkan sejumlah pemain kelas dunia seperti Michael Essien dan Carlton Cole. Sayangnya, kehadiran para pemain bintang tak cukup membuat tim tampil maksimal.

Dalam daftar Forbes, Persib sudah mengeluarkan Rp 2,24 triliun. Nilai tersebut menjadi yang terbesar dari seluruh klub di Indonesia.

2. Persebaya 1927
Meski tampil di kasta kedua kompetisi di Indonesia, Persebaya tidak sedikit mengeluarkan uang untuk kompetisi musim ini. Mendapat investor baru, yaitu Jawapost Grup, total klub asal Surabaya tersebut sudah mengeluarkan Rp 2,19 triliun.

3. Persipura Jayapura
Persipura sempat kesulitan di awal musim karena PT Freeport mencabut dukungan kepada tim Mutiara Hitam. Sejumlah sponsor lokal seperti Bank Papua, Bosowa dan Telkomsel bersedia menggantikan agar klub kebanggaan masyarakat Jayapura tersebut tetap bisa bersaing.

Forbes melaporkan Persipura menjadi klub ketiga dengan pengeluaran terbanyak yaitu Rp 1,31 triliun.

4. Mitra Kukar
Klub yang bermarkas di Kalimantan Timur tersebut menjadi salah satu klub kaya yang berhasil mendatangkan marquee player, Mohammed Sissoko.
Mitra Kukar dikabarkan telah menggelontorkan dana Rp 1,29 triliun untuk sejumlah keperluan di Liga 1 2017.

5. Semen Padang
Semen Padang yang dipastikan akan tampil di Liga 2 untuk kompetisi musim depan ternyata menjadi tim yang memiliki jumlah pengeluaran besar. Total tim berjuluk Kabau Sirah tersebut mengeluarkan Rp 1,26 triliun.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Komentar