Supardi Kena Sanksi, Ini Kata Save Our Soccer

Supardi Kena Sanksi, Ini Kata Save Our Soccer Darma Legi

PENGAMAT sepak bola sekaligus Kordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali menegaskan, hukuman dalam sepak bola harus berdasarkan aturan dan kode etik. Karenanya jika hukuman itu sudah benar, maka wajib di terima.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi kasus Kapten tim Persib Bandung Supardi Nasir yang dijatuhi sanksi larangan empat kali bertanding oleh Komdis PSSI.

"Masalah ini harus benar-benar bisa dijelaskan secara transparan oleh Komdis PSSI. Kalau memang aturannya seperti ini kedepannya baik Supardi atau pemain lainya nanti jika melakukan pelanggaran yang sama kedepannya maka harus diberlakukan juga hukuman yang sama," ungkap Akmal seperti dilansirkan prfmnews.com, Sabtu (14/4/2018).

Menurut Akmal, hukuman yang diberikan harus bisa menjadi pelajaran untuk semua termasuk juga para suporter. Ia juga berharap Komdis PSSI bisa memberikan arahan dan sosialisasi kepada tim tim di Indonesia agar kasus kasus yang sudah sering terjadi tidak terulang lagi.

"Secara positif setiap hukuman harus kita jadikan pelajaran, terutama kasus - kasus pelemparan botol yang sering terjadi. Seharusnya Komdis ini bisa juga menyetuh ke club yang kena hukuman untuk memberikan arahan, agar kasus kasus yang serupa tidak terulang," katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, merujuk pada surat keputusan Komite Disiplin PSSI Liga 1 dengan Nomor 010/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018, tertanggal 11 April 2018, Supardi terbukti menanduk wasit Dwi Purba Adi Wicaksana saat pertandingan menghadapi Mitra Kukar pada pekan ketiga Liga 1, Minggu 8 April 2018.

Sanksi yang diberikan Komisi Disiplin PSSI membuat Supardi Nasir harus absen saat Persib dijamu Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu 15 April 2018. Artinya di laga penting itu dan tiga laga berikutnya, Maung Bandung kehilangan sosok kapten di lapangan hijau.


Editor: Dadang Setiawan

Komentar