Piala Presiden 2018

Babak Pertama, Persija Ungguli PSMS 3-1

Babak Pertama, Persija Ungguli PSMS 3-1 Persija

PERSIJA Jakarta unggul 3-1 atas PSMS Medan hingga jeda babak pertama leg pertama semifinal Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (10/2/2018).

Pertandingan baru berjalan empat menit, Persija sudah mampu mencetak gol melalui tendangan bebas Marko Simic yang bersarang di pojok kanan gawang PSMS yang dikawal kiper Abdul Rohim.

Tiga menit kemudian tim Macan Kemayoran hampir menggandakan keunggulan, tapi tendangan keras Rezaldi Hehanusa dari luar kotak penalti hanya membentur mistar gawang. Persija akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan pada menit ke-12.


Simic mencetak gol keduanya setelah sundulan Ramdani Lestaluhu menerima umpan Rezaldi jauh di depan gawang PSMS. Simic dengan tenang kemudian melepaskan tendangan mendatar yang tidak mampu ditahan Abdul Rohim.

Gol cepat Persija benar-benar membuat mental PSMS jatuh. Persija pun mencetak gol tiga gol saat laga baru berjalan 15 menit. Bek Jaimerson Da Silva membobol gawang PSMS melalui sundulan setelah meneruskan umpan tendangan bebas Rezaldi.

Persija kembali mendapat dua peluang emas. Tapi, tendangan dan sundulan Simic pada menit ke-27 dan 38 masih mampu diblok Abdul Rohim serta ditahan salah satu pemain PSMS.

Pertandingan babak pertama menjadi lebih menarik setelah PSMS mampu mencetak gol pada menit ke-41 melalui Wilfried Yessoh. Sebuah tendangan Sadney Urikhob berhasil diblok Andritany Ardhiyasa, tapi bola rebound berhasil diteruskan Yessoh untuk menjadi gol.

Skor keunggulan 3-1 untuk Persija atas PSMS bertahan hingga jeda babak pertama.

Susunan pemain

PSMS Medan: Abdul Rohim; Jajang Sukmara, Muhamad Roby, Reinaldo Rodrigues de Oliviera Lobo; Amarzukih, Legimin Raharjo, Muhammad Alwi, N'Guessan Wilfried Yessoh; Frets Listanto, Sadney Urikhob, Suhandi

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa; Ismed Sofyan, Jaimerson Da Silva, M. Rezaldi Hehanusa, Maman Abdul Rahman; Rizki Ramdani Lestaluhu, Rohit Chan, Sandi Darma Sutte; Marko Simic, Novri Setiawan, Riko Simanjuntak

Editor: H. Dicky Aditya

Komentar