Resmi, Akademi Persib Diluncurkan

Resmi, Akademi Persib Diluncurkan Sutanto Vice President Internazionale, Javier Zanetti (tengah) berfoto dengan Manajer Diklat Persib, Yoyo S Adiredja (kanan) dan Direktur Utama PT. PBB, Glenn T Sugita saat acara launching Akademi Persib di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, Selasa (13/8/2018).

AKADEMI Persib resmi di-launching di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, Selasa (13/2/2018). Launching dihadiri tim pelatih Internazionale Milan. Ini lantaran Akademi Persib merupakan program kerjasama Persib dengan Internazionale Milan.

Global Youth Business Director, Barbara Biggi mengatakan, adanya Inter Academy di Indonesia merupakan proyek pertama di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang bersahabat dengan Inter karena terdapat 27 fans Inter.

Sementara dipilihnya Persib, karena klub kebanggaan Jawa Barat tersebut memiliki kesamaan filosofi dalam mengembangkan pesepakbola mudanya. "Jadi filosofi kami bukan hanya ingin mengarahkan anak-anak menjadi pesepakbola, baik individu, sporitivitas, disiplin dan team spirit. Jadi bisa menjadi individu yang berguna di masa depan," katanya.

Biggi menyebutkan, proyek pengembangan sepakbola usia muda lewat Akademi Inter sudah terlaksana di beberapa negara di antaranya Argentina, Brasil, Cina, Kolombia, Jepang, Arab Saudi dan dalam waktu dekat di Amerika Serikat.

Menurut Biggi, adanya Akademik Inter di berbagai negara tersebut memungkinkan untuk menggelar turnamen internasional. "Mimpi saya dalam waktu dekat ingin membuat turnamen antara Inter Academy di negara yang bekerja dengan kita. Sebab yang terpenting dari anak-anak bisa mengembangkan secara individu karena menjadi tugas kami untuk memandu mereka untuk berkembang," jelasnya.

Wakil Presiden Internazionale, Javier Zanetti mengatakan suatu kehormatan menjalin kerjasama dengan sebuah klub yang profesional di Indonesia dan terorganisasi dengan baik di Indonesia seperti Persib ini. Mantan kapten Inter tersebut yakin kerjasama ini akan menjamin kelangsungan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Kami hadir di tempat ini untuk membagi keterampilan teknik dan keunggulan kami dalam membina anak-anak dan remaja dan juga para pelatih lokal," ujarnya.

Zanetti mengatakan Inter academy sangat bersemangat memberikan kesempatan bagi anak-anak laki-laki maupun perempuan menurut standar teknik dan etika moral khas Nerrazuri tanpa anak-anak itu meninggalkan negara mereka.

"Yang penting kecintaan bukan cuma profesi cari uang tapi yang akan bawa anak-anak mencapai prestsi terbaik," ujarnya.

Sementara itu, Manajer Diklat Persib, Yoyo S.Adiredja menyampaikan sebelum di launching Akademi Persib ini sudah dibuka sejak setahun lalu. Saat ini, kata dia, sudah ada dua angkatan yang saat ini berlatih di Akademi Persib. Setelah launching, lanjut Yoyo, metode latihan murid akademi pun akan diintensifkan dengan mendatangkan pelatih dari Inter Academy.

"Belum lama ini ada 17 orang calon pelatih yangn ikut training of traniner yang dipandu oleh pelatih dari Inter. Diantaranya ada Yadi Mulyadi, Budiman dan kebanyakan dari teman-teman FPOK. Para pelatih pun rata-rata sudah berlisensi," ungkap Yoyo usai launching.

Disinggung mengenai pendaftaran sendiri, Yoyo mengatakan saat ini pendaftaran Akademi Persib sudah mulai dibuka. Akademi Persib ini akan mengasah kemampuan pemain mulai di U-10 hingga U-16.Untuk pendaftaran bisa datanng langsung ke Graha Persib, Jln.Sulanjana Bandung.

"Untuk pendaftaran sebesar Rp 1 juta, untuk bulanannya Rp 500 ribu perbulan. Nantinya kalau ada pemain bertalenta dia akan mendapatkan kesempatan untuk gabung dengan diklat Persib. Jadi nantinya diklat Persib itu akan dihuni oleh orang-orangd dari Akademi," bebernya.

Yoyo tak menampik jika sebenarnya Kademi Persib ini tidak jauh berbeda dengan sekolah sepakbola atau SSB. Hanya saja metode yang diterapkan di Akademi Persib ini sangat berbeda dengan SSB. Salah satunya menerapkan sport science dan bikin sistem High Performace Unit (HPU) sebagai catatak perkembangan masing-masing pemain. Sehingga kemampuan atau progres pemain bisa terukur.

"HPU ini yang akan menentukan dia ini masuk diklat atau tidak. Tapi sekalipun tidak masuk diklat anak tersebut tetap memiliki rapor selama berlatih di Akademi Persib," tandasnya.

Editor: Endan Suhendra

Komentar