11 November 1999: Persib Dipermalukan "Barisan Sakit Hati"

11 November 1999: Persib Dipermalukan "Barisan Sakit Hati" ingrum Persib 1999

PERSIB untuk kedua kalinya secara beruntun mengalami kekalahan di awal Liga Indonesia (LI) VI/1999-2000. Bertanding di Stadion Siliwangi, 11 November 1999, Persib harus mengakui keunggulan Persikab Kabupaten Bandung dengan skor 0-1.

Empat hari sebelumnya, pada laga pembuka musim, tim asuhan Suryamin juga dipermalukan Persikota Tangerang 0-1. Saat itu, gol tunggal kemenangan Persikota dicetak I Komang Mariawan pada menit ke-85.

Berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, duel Persib kontra Persikab yang promosi ke Divisi Utama pada Liga Indonesia (LI) II/1995-1996, berlangsung panas. Maklum, di kubu Persikab ada serombongan pemain "Barisan Sakit Hati" yang terbuang dari PERSIB pada musim sebelumnya akibat berseteru dengan pengurus.

Mereka adalah Robby Darwis, Yadi Mulyadi, Hendra Komara, Asep Dayat dan penjaga gawang Gatot Prasetyo. Belum lagi pelatih Persikab, Risnandar Soendoro yang sangat identik dengan Persib.

Selain kelima eks Persib, pemain beken lain yang berada di kubu Persikab adalah Heri Rafni Kotari (eks Mastrans Bandung Raya), Encang Ibrahim, Anton Hermawan, Alexander Saununu, Suladi dan Enjang Rohiman.

Sementara di kubu Persib, pelatih Suryamin mulai memberikan kepercayaan kepada para pemain muda yang sebelumnya "tenggelam" oleh nama-nama besar yang mengantarkan Maung Bandung menjuarai Liga Indonesia (LI) I/1994-1995. Mereka antara lain, Udin Rafiudin, Nana Priatna, Ade Abdullah, Deden Suparhan, dan Ruhiat. Pemain senior yang masih bertahan antara lain Nandang Kurnaedi, Mulyana dan eks Pelita Jaya, Herrie Setiawan.

Setelah terlibat jual beli serangan, Persikab mampu menjebol gawang Persib melalui aksi Heri Rafni Kotari pada menit 39. Memanfaatkan sodoran bola dari Anton Hermawan, Ahu -- sapaan akrabnya -- menaklukan kiper Udin Rafiudin.

Tertinggal 0-1, Persib mencoba mengurung pertahanan Persikab. Namun, sejumlah peluang yang didapatkan, termasuk dua kali tendangan Mulyana dan Ade Abdullah membentur mistar, gagal menjebol gawang Persikab yang dikawal Jajang Sinar Surya hingga laga berakhir.

Usai laga, Risnandar mengakui jika motivasi pemain, terutama yang berasal dari Persib, menjadi kunci kemenangan Persikab. "Mereka tampaknya ingin membuktikan bahwa mereka masih mampu bermain sepakbola,” ujar Risnandar seperti dikutip dari Pikiran Rakyat edisi 12 November 1999.

Bek Persikab, Yadi Mulyadi membenarkan pernyataan sang arsitek. “Saya ingin membuktikan kemampuan saya, hingga penampilan kami kesetanan,” ujarnya.


Editor: Endan Suhendra

Komentar